24 Sep 2018 · 3.019 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Suatu ketika, sebuah kapal tenggelam diterjang badai hebat di tengah lautan. Semua awak kapal hanyut bersama serpihan kapal yang porak-poranda. Tak satu pun selamata, kecuali seorang pria yang berhasil bertahan hidup berkat sebuah pelampung. Namun, keberuntungannya tak berlangsung lama. Ia terdampar di sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni, sendirian, tanpa bekal, tanpa harapan pasti.
Hari-hari awal, ia terus berdoa dengan penuh harap. Setiap pagi, matanya menatap cakrawala, berharap ada kapal yang melintas dan menyadari keberadaannya. Namun, pulau itu terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang lewat, apalagi merapat.
Lama-kelamaan, pria itu mulai kehilangan asa. Ia mencoba bertahan hidup dengan membuat perapian untuk menghangatkan tubuh. Ia juga mengumpulkan kayu dan pelepah nyiur untuk merangkai tempat berteduh. Sebuah gubuk sederhana pun ia bangun, semata untuk melindungi diri dari panas dan hujan, tempat melepas lelah setelah menahan lapar.
Keesokan harinya, ia menjelajahi pulau, mencari buah-buahan untuk sekadar mengisi p
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+