Terima Kasih NU Teriak Warga Lolu kepada Tim NU Peduli Sulteng

 
Terima Kasih NU Teriak Warga Lolu  kepada Tim NU Peduli Sulteng

LADUNI.ID, Palu - Desa Lolu, sebuah desa di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah salah satu daerah yang terdampak gempa dan tsunami Palu, Imran Latjedi, warga desa setempat mengatakan terdapat 230 KK atau 670 jiwa warga pengungsi. Secara keseluruhan, ada tujuh titik pengungsian di Desa Lolu.

Warga selain mendirikan tenda pengungsian di dalam desa, juga ada yang mengungsi ke desa lain. Jumlahnya mencapai 1500 orang, akibat gempa bumi terjadi, ada 21 orang yang meninggal di desa ini. Hingga hari ini, warga masih belum beraktivitas. Rusaknya saluran air menimbulkan matinya aliran air yang mereka andalkan untuk mengaliri lahan pertanian.

Berbekal informasi dari warga kemudian tim NU Peduli siap untuk menuju desa Lolu dengan kondisi cuaca yang panas, matahari terasa menyengat pada Rabu (10/10) siang.
Dari Posko Induk NU Peduli di Perumahan Tawanjuka Emas, Kota Palu, perjalanan ke Lolu memakan waktu setengah jam. Rusaknya jalanan akibat gempa akhir September lalu, memperlambat laju kendaraan yang memasuki desa tersebut.

Beberapa kali mobil yang membawa Tim NU Peduli Sulteng, harus berjalan perlahan-lahan, melintas di atas jalan yang rusak, yang retak. Retakan jalan terutama karena amblasnya tanah di sekitar ruas jalan.

Memasuki ujung desa, suasana terasa sejuk. Sisa hujan sesaat yang terjadi siang itu, mengurangi rasa panas yang menyengat. Jalan yang kami lewati juga telihat basah.

Tujuan penyaluran NU Peduli hari itu adalah Pos 7 NU Peduli yang terletak di tengah desa. Tiba di titik yang dituju, Tim NU Peduli dibantu warga setempat segera menurunkan barang-barang bantuan. Tak sedikit anak-anak pengungsian pun turut membantu menurunkan beras, mi instan dan minyak goreng yang dibawa Tim. Keceriaan dan raut bahagia terpancar dari wajah mereka.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN