21 Dec 2018 · 2.530 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI. ID, KOLOM - Di Bali, ada tradisi memberikan makanan kepada para tetangga sebagai rasa terima kasih. Nama tradisi itu: ngejot.
Ratna Yulianasari, warga Yogya asal Bali, selalu terkenang akan tradisi ini. Ia berkesempatan merayakan ngejot ketika ia tidak bisa mudik ke Solo, kampung halaman orangtuanya. “Rasanya sepi juga berlebaran di Denpasar, karena tetangga yang muslim juga kebanyakan mudik. Namun menyenangkan karena aku bisa mengantar makanan ke tetangga Hindu di sekitar rumah,” Ratna berkisah.
Tradisi ngejot dilakukan oleh umat Hindu dan Islam. Umat Islam melakukan tradisi tersebut menjelang Idul Fitri, sedangkan umat Hindu menerapkannya kala perayaan Galungan, Nyepi, dan Kuningan.
Kata "ngejot" sendiri merupakan istilah dalam bahasa Bali yang memiliki arti "memberi." Jenis pemberiannya bisa berupa makanan, jajanan, atau buah-buahan. Di keluarga Ratna, yang sering dijadikan hantaran adalah makanan khas lebaran yang tersedia di rumahnya: opor, ketupat, dan sambal goreng krecek.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+