12 Oct 2023 · 1.266 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Salah satu kaidah penting penafsiran Al-Qur'an yang menjadi pegangan para pegiat tafsir adalah sebagian ulama diberi oleh Allah pemahaman yang bisa jadi berbeda dengan yang lainnya, dan itu semua tergantung kemampuannya dalam mengelola hatinya dan kesiapannya dalam menerima pemahaman dari Allah.
Dalil yang sering dipakai oleh para ulama untuk menegaskan kaidah ini adalah pujian Allah kepada Nabi Sulaiman yang diberi-Nya pemahaman terhadap putusan sebuah perkara sedangkan Nabi Dawud tidak diberi, sebagaimana keterangan dalam firman-Nya, Surat Al-Anbiya’ ayat 79:
فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ
"Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu".
Oleh karenanya, perkembangan tafsir Al-Qur'an tidak terelakkan, karena Allah akan selalu menitipkan pemahaman-pemahaman Al-Qur'an kepada para ulama yang Allah kehendaki dengan pemahaman yang "mungkin" baru d
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+