18 Dec 2024 · 978 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Sejak awal abad ke-16, Nusantara menjadi panggung bagi pergolakan besar yang didorong oleh satu alasan utama: rempah-rempah. Cengkih, pala, lada, dan berbagai komoditas berharga lainnya menarik perhatian bangsa-bangsa Eropa yang mulai menempuh perjalanan jauh melintasi samudra demi menguasai perdagangan ini. Perjalanan panjang itu tak hanya memengaruhi dinamika lokal, tetapi juga mengubah arah sejarah global.
Pada 1512, Portugis di bawah pimpinan Francisco Serrão menjadi bangsa Eropa pertama yang tiba di Maluku, wilayah utama penghasil rempah-rempah. Mereka mendirikan pos di Ternate, bersekutu dengan Kesultanan Ternate untuk melawan Tidore. Hubungan antara kerajaan-kerajaan lokal dan pendatang Eropa ini sering kali diwarnai oleh intrik politik, perdagangan, dan peperangan. Kerajaan-kerajaan seperti Ternate, Tidore, dan Demak mulai memanfaatkan kedatangan Eropa, namun tak jarang mereka menjadi korban eksploitasi.
Di sisi lain, Kesultanan Demak, di bawah Pati Unus, mencoba mempertahankan kedaulatannya dengan menyerang Malaka pada
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+