Bukan Sekadar Surat, Al-Fatihah sebagai Dialog Personal hamba dan Tuhannya

 
Bukan Sekadar Surat, Al-Fatihah sebagai Dialog Personal hamba dan Tuhannya
Sumber Gambar: X Laduni, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID Jakarta – Surah Al-Fatihah yang sering kali dibaca umat muslim, bahkan wajib dalam setiap rakaat saat shalat, hadir bukan sekadar sebagai bacaan yang dihafal saja, melainkan sebagai sebuah arah spiritual yang mengarahkan langkah kita.

Bayangkan sebuah tetesan tinta jatuh di atas peta kuno yang luas. Itulah ‘Bismillah’. Ayat ini merupakan niat suci yang menjadi titik awal setiap perjalanan, sebelum kita melangkah menuju hari yang penuh dengan pertemuan dan pencapaian. Ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu, dari yang terkecil hingga terbesar, bermula dari nama-Nya.

Lalu, saat kita terjebak dalam kemacetan atau sibuk dengan layar gadget, lihatlah lebih dalam. Di dalam diri kita terdapat sebuah alam semesta mikro yang menakjubkan, jaringan saraf yang berkilauan seperti galaksi, jantung yang berdetak teratur, dan napas yang mengalir tanpa henti. Inilah ‘Alhamdulillah’, sebuah pengakuan penuh syukur atas segala ‘dunia’ yang telah Dia ciptakan dan pertahankan dalam diri kita, seringkali tanpa kita sadari.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN