Ujian Keberagaman di Bollywood dan Nilai Islam tentang Persaudaraan

 
Ujian Keberagaman di Bollywood dan Nilai Islam tentang Persaudaraan
Sumber Gambar: AFP/Sajjad Hussain, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta – Nama Allah Rakha Rahman atau AR Rahman harum membanggakan bukan hanya di India, tetapi di seluruh dunia. Komposer legendaris peraih Oscar, Grammy, dan Golden Globe ini, yang dijuluki “Mozart dari Madras”, sebagai simbol kesuksesan musik India di panggung global. Namun, baru-baru ini, pria berusia 59 tahun itu justru menjadi sasaran serangan besar-besaran di media sosial karena menyatakan mungkin telah kehilangan pekerjaan di Bollywood akibat bias “komunal” sebagaimana dilansir dari Al Jazeera.

Dalam wawancara dengan BBC Asian Network, Rahman dengan halus menyentuh isu sensitif, “Orang-orang yang tidak kreatif sekarang memiliki kekuatan untuk memutuskan banyak hal, dan ini mungkin juga merupakan hal komunal, tapi tidak secara terang-terangan di hadapanku.”

Pernyataan sederhana itu memicu gelombang kecaman dari kelompok sayap kanan Hindu. Mereka mempertanyakan patriotisme dan bakat Rahman, menuduhnya memainkan “kartu korban”. Bahkan, organisasi seperti Vishwa Hindu Parishad (VHP) menuntut permintaan maaf karena dianggap “mencemarkan nama baik” negara.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN