Arsip Wawancara Muhammad Asad (1): Alasan Mengapa Dirinya dari Yahudi Masuk Islam
Laduni.id, Jakarta - Di lereng pegunungan Mias, Spanyol, di sebuah vila bernama Dar Al-Andalus, pada 1988, seorang jurnalis bertemu dengan pemikir Islam legendaris, Muhammad Asad. Di usianya yang telah lanjut, pria yang dulunya bernama Leopold Weiss ini masih setia mengabdi pada Al-Qur'an.
Dalam arsip wawancara eksklusif ini, ia mengajak kita menyelami perjalanan spiritualnya yang unik, dari seorang Yahudi yang anti-kemapanan, hingga menjadi salah satu pemikir Islam paling berpengaruh di abad modern.
Muhammad Asad mengawali kisahnya dengan terus terang. Sebelum masuk Islam, ia tidak memiliki kecenderungan agama yang kuat. Meskipun terlahir sebagai Yahudi, itu hanya sekadar identitas formal.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp169.000
Rp147.900
Rp388.000
Rp1.300.000
Memuat Komentar ...