Era AI Mengubah Sekolah dan Kampus: Siapkah Dunia Pendidikan?
Laduni.ID, Jakarta - Anak-anak sekarang bisa membuat tugas dalam hitungan detik dengan AI, tetapi apakah mereka masih benar-benar belajar? Pertanyaan itu kini menjadi kegelisahan banyak guru, dosen, hingga orang tua di berbagai negara. Tahun 2025 menjadi titik penting ketika dunia pendidikan menghadapi dua tekanan besar sekaligus: krisis kualitas pembelajaran dan ledakan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pandemi COVID-19 memang telah berlalu, tetapi dampaknya terhadap pendidikan belum selesai. Ketimpangan akses internet, learning loss, rendahnya motivasi belajar, hingga meningkatnya plagiarisme digital menjadi masalah yang terus menghantui sistem pendidikan global. Di sisi lain, perkembangan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan berbagai platform otomatisasi akademik mulai mengubah cara siswa belajar, guru mengajar, bahkan cara kampus menilai kemampuan mahasiswa.
Menurut laporan UNESCO, transformasi digital di dunia pendidikan membawa peluang besar, tetapi juga menghadirkan ancaman serius jika tidak diimbangi dengan regulasi, etika, dan kesiapan sumber daya manusia. UNESCO menekankan pentingnya literasi AI, perlindungan data, dan kebijakan pendidikan yang adaptif agar teknologi tidak justru memperlebar ketimpangan pendidikan global.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp51.200
Rp235.000
Rp28.931
Rp58.000
Memuat Komentar ...