Hari Tasyrik: Mengapa Islam Melarang Puasa Setelah Idul Adha?
Laduni.ID, Jakarta - Ada suasana yang begitu khas setelah Idul Adha berlalu. Aroma sate masih tercium dari dapur rumah, suara takbir mulai perlahan mereda, dan kesibukan masyarakat kembali berjalan seperti biasa. Namun di tengah suasana itu, ada tiga hari istimewa yang sering luput dari perhatian banyak umat Islam. Padahal, hari-hari tersebut adalah waktu yang dimuliakan Allah, hari yang dipenuhi keberkahan, dzikir, rasa syukur, dan kebersamaan. Itulah yang dikenal sebagai Hari Tasyrik.
Sebagian orang mungkin hanya mengenalnya sebagai “hari lanjutan Idul Adha”. Sebagian lainnya bahkan tidak mengetahui bahwa pada hari-hari itu umat Islam justru dilarang berpuasa. Larangan ini bukan tanpa alasan. Islam ingin mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang menikmati nikmat Allah dengan penuh rasa syukur.
Hari Tasyrik menjadi pengingat bahwa agama ini begitu manusiawi. Ada waktu untuk menangis dalam doa, ada waktu untuk berjuang menahan lapar, dan ada pula waktu untuk makan bersama, berbagi hidangan, dan merasakan hangatnya persaudaraan.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp118.000
Rp324.000
Rp81.000
Rp335.160
Memuat Komentar ...