Kufur Nikmat kepada Suami dalam Islam
Laduni.ID, Jakarta - Di tengah derasnya arus media sosial dan budaya serba cepat, banyak rumah tangga mengalami keretakan bukan karena persoalan besar, melainkan akibat hal-hal kecil yang terus berulang. Ucapan yang merendahkan pasangan, kebiasaan mengeluh, hingga sikap yang sulit bersyukur perlahan mengikis kehangatan keluarga. Dalam kajian akhlak rumah tangga, Islam memberikan perhatian besar terhadap pentingnya menjaga lisan dan menghargai setiap kebaikan pasangan. Pesan ini semakin relevan bagi generasi masa kini yang hidup dalam budaya komunikasi instan, ketika seseorang lebih mudah mengeluhkan kekurangan daripada mengapresiasi kebaikan yang telah diterima.
Dalam salah satu kajiannya, Ustadzah Syfa Nurfadzilah menjelaskan bahwa salah satu bentuk kufur nikmat yang sering terjadi pada perempuan adalah mengingkari kebaikan suami dan meremehkan segala usaha yang telah dilakukan untuk keluarga. Persoalan ini bukan semata-mata terkait besar atau kecilnya nafkah, melainkan sikap hati dan ucapan yang menafikan jasa pasangan. Islam tidak mengajarkan hubungan yang timpang antara suami dan istri, tetapi menanamkan nilai syukur, penghormatan, dan akhlak mulia sebagai fondasi kehidupan rumah tangga.
Prinsip tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 21:
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp105.000
Rp259.000
Rp89.000
Rp449.000
Memuat Komentar ...