20 Feb 2019 · 6.530 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID - Kaedah berikutnya dalam memahami makna hadis ialah: "AT-TAMYIZ BAINA AL-WASIILAH AL-MUTAGAYYIRAH WA AL-HADAF ATS-TSAABIT LI AL-HADITS. Artinya: "Membedakan antara sarana yang bisa berubah dan tujuan yang tetap".
Misalnya, Rasulullah SAW. bersabda: "LAULAA AN ASYUQQA 'ALAA UMMATI LA AMARTUHUM BI AS-SIWAAK". Artinya: "Seandainya tidak menyusahkan umatku, niscaya aku perintahkan (wajibkan) bersiwak". (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
Dalam hadis lainnya riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, dijelaskan "Aku perintahkan bersiwak setiap hendak wudhu atau shalat. Dalam riwayat Bukhari dari Hudzaifah. Rasulullah SAW. bersiwak setiap bangun tidur di waktu malam.
Atas dasar hadis inilah para ulama berkesimpulan bahwa bersiwak adalah sunnat muakkad sunnat yang hampir wajib.
Bagaimana caranya bersiwak?
Dalam prakteknya Nabi SAW. biasanya bersiwak atau gosok gigi menggunakan ranting pohon arak atau arjun.
Apakah siwak sarana atau tujuan?
S
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+