09 Mar 2019 Β· 2.911 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Di media sosial kian bertebaran ujaran-ujaran kebencian: gara-gara beda pandangan keagamaan dengan sangat mudah seorang ulama dikatai munafik, bahkan seringkali lebih kasar daripada itu. Padahal sama-sama islamnya. Ya, suasana sosial-agama kita-Indonesia-saat ini memang sedang tegang. Mulai dari makian, sampai tindakan ekstrim pun siap dilakukan cukup dengan alasan “beda pandangan”.
Ada yang mengaitkan semua ini dengan masalah politik praktis. Bisa betul, bisa juga salah. Tetapi menurut saya isu politik hanya sekadar “angin lalu” yang bisa datang dan pergi kapan saja.
Ada yang lebih mendasar dari itu. Barangkali yang menjadikan kita saat ini mudah disorong kesana kemari dan “digoreng” dengan isu-isu yang sekedar angin itu adalah karena nihilnya prinsip nalar-kritis dalam masyarakat kita. Ditambah model beragama yang sedang tren saat ini. Banyak dari mereka yang terlalu empirik dalam beragama dan cenderung simbolik- dan puncak dari empirisme adalah egoisme dan mendahulukan pendapat sendiri, yang dalam berb
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+