Penjelasan Hukum tentang Makanan Berkuah yang Kemasukan Bangkai Tikus

 
Penjelasan Hukum tentang Makanan Berkuah yang Kemasukan Bangkai Tikus

PERTANYAAN :
Assalamu'alaikum wr wb ! Pertanyaan Titipan mohon kesudiannya Kepada Poro 'Alim dan 'Ulama untuk berbagi 'Ilmunya semoga tidak Bosan Menjawab pertanyaan Titipan yang sering Ini. Deskripsi : Ada orang mengadakan Hajatan dan menyediakan Prasmanan ketika Hendak menambahkan Makanan berkuah ternyata di Dalam Kuahnya ada seekor Tikus yang mati padahal persediaan sebelumnya sudah Habis dimakan Oleh tamu. Pertanyaannya :

  • 1. Bagaimana Hukumnya kuah tersebut. ?
  • 2. Jika najis bagaimana Hukumnya Tuan rumah ?

JAWABAN :

Wa'alaikumussalam.

1. Bagaimana Hukumnya kuah tersebut ? najis dan tidak mungkin bisa disucikan lagi karena kuah barang ma'i' /مَائِعُ

2. Jika najis bagaimana Hukumnya Tuan rumah ? tuan rumah ya tidak kenapa-napa, wong dia tidak tahu dan tidak sengaja.

Apa bila jatuh najis yang telah disebutkan ke dalam benda cair selain air maka menjadi najislah benda cair tersebut, baik itu sedikit atau banyak baik berubah sifatnya atau tidak dan tidak bisa disucikan sama sekali. [ Ket. Matan Sullamul Munajah ]. Wallohu a'lam. 

Keterangan, dalam kitab:
- Almajmu' dan Mughnil Muhtaj :

المجموع الجزء 9 صحـ : 14 مكتبة مطبعة المنيرية

( فَرْعٌ ) وَقَعَتْ فَأْرَةٌ مَيْتَةٌ أَوْ غَيْرُهَا مِنْ النَّجَاسَاتِ فِي سَمْنٍ أَوْ زَيْتٍ أَوْ دِبْسٍ أَوْ عَجِينٍ أَوْ طَبِيخٍ أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ قَالَ أَصْحَابُنَا حُكْمُهُ مَا فِي الْحَدِيثِ الَّذِي ذَكَرَهُ الْمُصَنِّفُ أَنَّهُ إنْ كَانَ مَائِعًا نَجَّسَتْهُ وَإِنْ كَانَ جَامِدًا أُلْقِيَتْ النَّجَاسَةُ وَمَا حَوْلَهَا وَبَقِيَ الْبَاقِي طَاهِرًا قَالُوا وَضَابِطُ الْجَامِدِ أَنَّهُ إذَا أُخِذَتْ مِنْهُ قِطْعَةٌ لَمْ يُرَادَّ إلَى مَوْضِعِهَا مِنْهُ عَلَى الْقُرْبِ مَا يَمْلَؤُهَا فَإِنْ تَرَادَّ فَمَائِعٌ وَقَدْ سَبَقَتْ هَذِهِ الْمَسْأَلَةُ فِي بَابِ إزَالَةِ النَّجَاسَةِ فِي مَسْأَلَةِ وُلُوغِ الْكَلْبِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ .اهـ

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN