05 Apr 2019 · 1.134 dibaca · Tekno & Disruption
LADUNI.ID - Banyak negara yang sedang mengembangkan jaringan 5G, tak terkecuali Indonesia. Infrastruktur yang harus disesuaikan dengan geografi negara menjadi tantangan sendiri masing-masing negara.
Misalnya Indonesia, terdiri dari ribuan pulau yang secara geografis memiliki luas wilayah sangat luas.
Menurut Profesor Merouane Debbah dari Huawei Mathematical and Algorithmic Sciences Lab, secara umum, penggunaan frekuensi rendah lebih baik dibanding penggunaan frekuensi yang lebih tinggi untuk penerapan 5G di Indonesia.
Dalam sebuah konferensi terbatas bersama Huawei yang membahas seputar jaringan 5G di Paris, Perancis, pekan lalu. Debbah menjelaskan, "Kenapa? Karena ukuran infrastrukturnya juga bergantung pada frekuensi."
Frekuensi rendah memiliki jangkauan yang lebih jauh dibandingkan frekuensi tinggi sehingga memaksimalkan cakupan jaringan (coverage). Jika menggunakan frekuensi tinggi, lanjut Debbah, maka dibutuhkan usaha ekstra untuk memperluas jangkauan.
"Untuk kasus di Indonesia, di mana negarany
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+