21 Apr 2019 Β· 2.426 dibaca · Sejarah
LADUNI.ID, Jakarta - "KH. A. Wahid Hasyim bekas Menteri Agama telah meninggal dunia dalam suatu kecelakaan mobil di antara Cimahi dan Bandung. Jenazahnya sedang diusahakan untuk diangkut ke Jakarta dengan ambulance," demikian siaran radio pada 19 April 1953 itu mengumandangkan kabar duka ke seantero Nusantara.
Seperti tersambar petir di siang bolong. Jutaan rakyat, terutama warga Nahdliyin, berduka atas wafatnya sang pemimpin yang berusia relatif muda itu. Ratusan ucapan belasungkawa dan ribuan pentakziyah membanjiri rumah duka.
Dua buah ambulance mengantarkan jenazah Kiai Wahid beserta sang sopir, Argo Sucipto, dari Rumah Sakit Boromeus, Bandung menuju ke rumah duka di Taman Matraman, Jakarta. Ratusan tokoh politik, pejabat, ulama, utusan organisasi masyarakat hingga kedutaan asing berjubel untuk menghormat terakhir kalinya pahlawan bangsa itu.
Tak sampai di situ, keesokan harinya, kembali para pentakziyah memadati rumah duka. Mereka hendak turut mengantarkan jenazah ke bandara Kemayoran yang akan menerbangkannya ke Surabaya, sebel
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+