Perilaku di Bidang Tasawuf Warga Nahdlatul Ulama

 
Perilaku di Bidang Tasawuf Warga Nahdlatul Ulama

Kaum Ahlussunnah wal Jamaah dalam bidang akhlak atau tasawuf mengikuti dua pemikiran tasawuf yang besar pengaruhnya, yaitu Abu Qasim al-Junaidi dan Imam al-Ghazali. Dalam kitabnya Kimiya’ al-Sa’adah Imam al-Ghazali berkata: “Bahwa tujuan memperbaiki akhlak itu adalah untuk membersihkan hati dan kotoran hawa nafsu dan amarah, sehingga hati menjadi suci bagaikan cermin yang dapat menerima nur cahaya Tuhan”.

Hidup dengan kerohanian (sufi) dalam Islam dimulai dari peri­kehidupan Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya yang utama serta kehidupan para nabi yang terdahulu. Nabi Muhammad pernah bersabda: “Syari’at itu perkataanku, tarekat itu perbuatanku dan hakikat itu adalah kelakuanku”. Dalam ilmu tasawuf dijelaskan bahwa arti tarekat itu adalah jalan atau petunjuk dalam melakukan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dicontohkan Nabi Muhammad dan dikerjakan para sahabatnya, tabi’in dan tabi’it tabi’in, para ulama, hingga sampai kepada kita.

Jadi orang yang bertasawuf adalah orang yang menyucikan dirinya lahir dan batin dalam suatu pendidikan akhlak (budi pekerti) dengan menempuh jalan (tarekat) atas dasar tiga tingkat, yang menurut imam Abu Al-Qasim al-Junaidi dikenal dengan: takhalli, tahalli dan tajalli, yaitu:

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN

 

 

Support kami dengan mengaktifkan NSP ini:

 

Silakan menyampaikan komentar, testimoni, pengalaman terhadap beliau.

Memuat Komentar ...