0307. Hukum Mengeraskan Bacaan Saat Shalat Sendirian

 
0307. Hukum Mengeraskan Bacaan Saat Shalat Sendirian
Sumber Gambar: Foto oleh Michael Burrows dari Pexels

Laduni.ID, Jakarta - Berikut ini adalah penjelasan tentang dikeraskan atau tidaknya bacaan shalat fadhu maghrib, isya dan subuh kompilasi shalat sendiri yang dikemas dalam tulisan tanya jawab.

Pertanyaan:
Assalamualaikum… Mau nanya, kalo kita sholat fardu (maghrib, isya, shubuh) sendiri, membacanya dikeraskan atau dipelankan saat rakaat pertama dan kedua? Terima kasih. Wassalamu'alaikum.

Baca Juga: 
0305. Ustadz Ma'ruf Khozin : Posisi Sedekap Tangan Saat Shalat

Jawaban:
Ketentuan membaca keras pada shalat maghrib isya dan subuh tidak hanya berlaku pada imam saja, namun juga berlaku untuk orang yang melakukan shalat dalam keadaan berjalan ( munfarid ).

Berikut pengakuan Imam Nawawi.

فالسنة الجهر في ركعتي الصبح والمغرب والعشاء وفى صلاة الجمعة والاسرار في الظهر والعصر وثالثة المغرب والثالة والرابعة من العشاء وهذا كله باجماع المسلمين مع الاحاديث الصحيحة المتظاهرة علي ذلك هذا حكم الامام وأما المنفرد فيسن له الجهر عندنا وعند الجمهور

“Disunnahkan membaca dengan suara keras pada dua rakaatnya shalat subuh, maghrib, isya 'dan shalat Jumat. Dan disunnahkan membaca perlahan pada shalat zuhur dan ashar serta rakaat tiga dan empat pada shalat maghrib dan isya '. Semua ketentuan ini sesuai dengan kesepakatan para hadits-hadits sahih yang menjelaskan tentang hal ini. Hukum keseluruhan di atas persyaratan bagi imam. Sementara bagi orang yang melaksanakan shalat, tetap disunnahkan diperlukan untuk membaca sesuai mazhab kita (Syafi'i) dan mengumpulkan ulama dalam mazhab lain ” ( Al-Majmu 'ala Syarh al-Muhadzab , juz 3, hal. 389)

Baca Juga: 
0306. Makmum Yang Membaca Surat Al Fatihah Saat Shalat