10 Jun 2019 · 1.754 dibaca · Internasional
LADUNI.ID, Presiden Sri Lanka telah mengatakan kepada kabinetnya bahwa ia tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan parlemen mengenai penyimpangan keamanan yang mengarah pada bom bunuh diri Paskah, kata sumber resmi, Sabtu.
Presiden Sri Lanka Bersumpah untuk Memblokir Probe Attacks
Maithripala Sirisena memanggil rapat darurat kabinetnya pada Jumat malam untuk menentang Komite Pemilihan Parlemen (PSC) yang menyelidiki serangan 21 April yang menewaskan 258 orang dan melukai hampir 500 orang.
Satu sumber menteri mengatakan kepada AFP, Sirisena menolak mengizinkan polisi, militer, atau personel intelijen bersaksi di depan komite.
"Rapat kabinet berakhir tidak jelas," kata sumber itu tanpa menyebut nama. "Pemerintah juga tidak setuju untuk menangguhkan PSC."
Kantor Sirisena tidak mengomentari hasil pertemuan kabinet yang dipanaskan, tetapi mengatakan presiden telah mengatakan kepada petugas senior polisi pada hari Jumat bahwa ia tidak akan membiarkan petugas yang melayani bersaksi di hadapan PSC.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+