16 Aug 2019 · 8.113 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta - Alkisah, Jumat Mahing malam Sabtu Pon tanggal 29 September 1829, pasukan Kanjeng Gusti Pangeran Diponegoro sudah amat terdesak. Secara matematis tidak ada teori peperangan mana pun yang akan mampu mengeluarkannya dari keadaan tersebut.
Sementara itu ribuan pasukan Belanda terdengar riuh ramai bersorak gembira, sudah terbayang dibenak mereka akhir dari perang Diponegoro yang menguras hampir seluruh konsentrasi mereka, baik harta, darah dan nyawa.
Lalu di saat tidak ada pilihan lain selain melawan dan mati atau melawan dan tertangkap, Sang Wali Agung Diponegoro melantunkan bait Shalawat Burdah dengan segala kepasrahan yang total:
وِقَايَةُ اللهِ اغْنَت عَنْ مُضَاعَفَةٍ # مِنَ الدروْعِ وَعَنْ عَالٍ مِنَ الْاطُمِ
“Perlindungan Allah jauh lebih berlimpah, dari sekedar baju besi berlapis dan dari benteng yang kokoh nan tinggi”
Ketika itu, spontan Allah menjawab doa dari Shalawat Burdah yang telah dilantunkan itu. Allah mengutus malaikat menyampaikan kabar yang menenangkan hati
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+