Kegelisahan Gus Yahya atas Peran Organisasi NU dalam Keterkinian Peradaban

 
Kegelisahan Gus Yahya atas Peran Organisasi NU dalam Keterkinian Peradaban

LADUNI.ID, Jakarta - Menyimak live streaming dalam peluncuran buku guru saya, Gus Yahya Cholil Staquf , “Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama”, sangat menarik. Dari penjelasan beliau dalam sesi bedah buku, sepertinya itu kristalisasi kegelisahan beliau terhadap perkembangan peradaban global yang mana NU akan berperan besar dalam komando amanah peradaban penuh kedamaian, sebagaimana cita-cita NU, namun Gus Yahya gundah karena kebelumbersiapan organisasi NU, bahkan cenderung organisasi NU ditinggalkan perannya oleh jamaah NU yang justru jumlah jamaahnya meningkat pesat.

Gus Yahya menjelaskan bahwa pengkuatan peran tersebut harus dimulai adanya tata kelola (governance) organisasi yang mampu melayani jamaahnya, layaknya negara melayani warga negaranya. Gambarannya PBNU adalah sebagai tingkatan pemerintahan tertinggi, sampai dengan PCNU yang akan menjadi pihak ujung tombak pelayanan kepada jamaah nahdliyin. Cmiiw.

Dari syarat di atas, diperlukan rekrutasi pengurus dengan syarat tertentu, yang tentunya menurut saya adalah memiliki mindset dan perilaku yang mendahulukan pelayanan kepada jamaah NU.

Di bagian tanya jawab, saya melihat forum belum berhasil membongkar gelisahan Gus Yahya melalui tulisan buku itu. Harapan saya pribadi, alangkah baiknya bila terbuka pointer diskusi, setidaknya:

1. Apa yang dimaksud pelayanan kepada jamaah itu?

2. Berbasis apakah pelayanan tersebut diberikan? Apa

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN