03 Jul 2020 · 3.122 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Belakangan ini ramai fenomena tentang beragama tanpa guru. Bahkan sampai ada pendapat yang mengatakan beragama tanpa Madzhab.
Untuk menjawab persoalan itu, boleh atau tidak beragama tidak bermadzhab berikut ulasannya.
Tanya: bolehkah beragama tanpa madzhab?
Jawab: tidak boleh.
Memang ada orang yang beragama terkesan tidak bermadzhab, tapi sejatinya mereka bermadzhab. Hanya saja mereka tidak mampu menjelaskan ke-bermadzhaban-nya karena tidak pernah ngaji (belajar) secara serius soal rincian ilmiah cara beragama.
Mereka shalat pakai madzhab, puasa pakai madzhab, haji pakai madzhab, dst.
Ketika ditanya ikut madzhab siapa, mereka tidak bisa menjawab. Inilah yang disebut sebagai orang awam dalam ilmu-ilmu agama.
Salahkah mereka? Tidak. Selama menjalankan semua itu untuk diri sendiri, maka mereka tidak bersalah. Meski demikian, seharusnya setiap muslim tahu dari siapa (imam madzhab) dia mengambil ilmu urusan aga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+