Hakikat Guru Menurut Imam Ibnu Athoillah al-Askandary

 
Hakikat Guru Menurut Imam Ibnu Athoillah al-Askandary

LADUNI.ID, Jakarta - Menurut Al-Imam Ibnu Athoillah al-Askandary Ra, menjadi guru bukan sekadar guru yang menyampaikan ilmu kepada muridnya. Lebih dari itu, ada hakikat tertentu seorang bisa dikatakan guru. Berikut penjelasan Imam Ibnu Athoillah tentang hakikat guru.

ليس شيخك من سمعت منه

Guru sejati bukanlah orang yang engkau dengar (ceramah-ceramah) sebatas dari lisannya saja.

وإنما شيخك من أخذت عنه

Tapi, dia adalah seorang yang menjadi tempatmu didalam mengambil hikmah dan akhlak.

و ليس شيخك من واجهتك عبارته

Bukanlah guru sejati, seseorang yang hanya membimbingmu sekedar makna dari kata-kata.

وإنما شيخك الذى سرت فيك إشارته

Tapi, orang yang disebut guru sejati bagimu adalah orang yang isyarat-isyaratnya mampu menyusup dalam sanubarimu.

وليس شيخك من دعاك الى الباب

Dia bukan hanya seorang yang mengajakmu sampai ke pintu.

وإنما شيخك الذى رفع بينك وبينه الحجاب

Tapi, yang disebut guru bagimu itu adalah orang yang (bisa) menyingkap hijab (penutup) antara dirimu dan dirinya.

وليس شيخك من واجهك مقاله

Bukanlah gurumu, orang yang ucapan-ucapannya membimbingmu.

وإنما شيخك الذى نهض بك حاله

Tapi, yang disebut guru bagimu adalah orang yang aura kearifannya dapat membuat jiwamu bangkit dan bersemangat.

شيخك هو الذى أخرجك من سجن الهوى و دخل بك على المولى

Gurumu yang sejati adalah yang membebaskanmu dari penjara hawa nafsu, lalu memasukanmu ke ruangan Tuhanmu.

شيخك هو الذى مازال يجلو مرآة قلبك حتى تجلت فيها انوار ربك

Guru sejati bagimu adalah orang yang senantiasa menjernihkan cermin hatimu, sehingga cahaya Tuhanmu dapat bersinar terang di dalam hatimu.

Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh. Aamiin...

***

Source: @habibumar_indonesia