06 May 2021 · 2.064 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Kekerasan berbasis gender pada perempuan mempunyai sejumlah karakter yang sangat penting untuk diperhatikan dalam upaya penghapusannya, yakni sebagaimana berikut:
1. Ia terjadi hanya karena seseorang menjadi perempuan. Andai ia laki-laki, maka kekerasan tersebut tidak akan terjadi.
2. Berakar pada cara pandang bahwa perempuan adalah kelas rendah (patriarkis garis keras) atau lebih rendah daripada laki (garis lunak).
3. Telah terjadi selama berabad-abad hingga hari ini dan diinternalisasikan pada kita sejak kecil sehingga dianggap wajar, bahkan kadang merupakan keharusan.
4. Mewarnai cara pandang dunia manusia, baik filosof, ilmuwan, seniman, penguasa negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, dll.
5. Merupakan bagian dari ketidakadilan gender pada perempuan, bersama-sama dengan stigmatisasi, subordinasi, marjinalisasi, dan beban ganda.
6. Karenanya, menjadi bagian dari ketidakadilan secara umum yang mestinya menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasinya, bukan semata-mata tanggungjawab perempuan.
Apa
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+