Pengaruh Iman dalam Membentuk Kepribadian

 
Pengaruh Iman dalam Membentuk Kepribadian
Sumber Gambar: Freepik, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID Jakarta - Apabila seorang Muslim telah bermakrifat kepada Allah SWT dengan keimanan yang sempurna, jiwanya akan menjadi kokoh dan kuat, akan meninggalkan kesan yang baik dan mulia. Keimanan yang sempurna itu akan mengarahkan seseorang memiliki wawasan keislaman yang luas dan pandangan jauh ke depan dalam usaha menegakkan kebenaran dan meningkatkan keluhuran budi pekerti.

Peranan iman dalam membentuk kepribadian seseorang sangat potensial. Dampaknya akan tampak pada dirinya dengan memiliki kemerdekaan jiwa, keberanian dalam menegakkan kebenaran, hidup mandiri, ketenangan dan ketentraman. Ia senantiasa berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan menjalin hubungan dengan sesama dengan cara yang baik dan berkualitas.

Manusia Mukmin akan memiliki kemerdekaan jiwa yang bebas, terlepas dari kungkungan atau pengaruh orang lain. Ia hanya menyakini bahwa Allah sajalah yang mengangkat derajat seseorang atau merendahkannya, memberikan kemuliaan atau kehinaan. Keyakinan tersebut dibarengi dengan usaha yang kuat agar memperoleh kebaikan dan kesuksesan. Ia meyakini, hanya Allah sajalah yang memberi dan mengambil sesuatu dari manusia, karena itu mengapa seseorang mesti diperbudak oleh orang lain atau memperbudak? Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyai berikut:

قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي نَفۡعٗا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ وَلَوۡ كُنتُ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ لَٱسۡتَكۡثَرۡتُ مِنَ ٱلۡخَيۡرِ وَمَا مَسَّنِيَ ٱلسُّوٓءُۚ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ وَبَشِيرٞ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN