KH. Husein Muhammad: Negara Sejahtera dan Bahagia

 
KH. Husein Muhammad: Negara Sejahtera dan Bahagia
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta – Masalah kesejahteraan dan kebahaagian adalah masalah yang berbeda-beda pada setiap orang. Namun, lain lagi halnya ketika sudah menyangkut kemaslahatan banyak orang. Dalam ilmu Psikologi, kedua hal tersebut diistilahkan sebagai well-being.

Dikutip dari Monev Studio, well-being dimaknai sebagai kondisi sejahtera yang mencakup emosi dan suasana hati yang positif (misalnya, kepuasan, kebahagiaan), tidak adanya emosi negatif (misalnya, stress, depresi, kegelisahan), kepuasan dengan kehidupan, dan kemampuan menilai hidup secara positif dan merasa baik. Mencakup segi lahiriyah dan batiniyah, tidak hanya menyangkut tentang kesejahteraan financial atau pelayanan publik.

Terdapat 10 aspek untuk melihat secara lebih rinci mengenai weel-being; phsycal well-being, economic well-being, Social well-being, domain specific satisfaction, engaging activities and work, emotional well-being, spiritual well-being, psychological well-being, environmental well-being, life satisfaction.

Lalu apa indikator negara bisa disebut sebagai negara yang bahagia dan sejahtera? Buya Husein Muhammad dalam postingan di laman Facebook pribadinya pada Selasa, 15 Juni 2020 juga menanyakan hal yang sama. Beliau menanyakan;

Apakah negara dan bangsa yang penduduknya mayoritas beragama pasti merupakan negara dan bangsa yang sejahtera, aman, bersih dari korupsi, berkeadilan sosial dan bahagia? (Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur)

Apakah negara atau bangsa yang tidak beragama (sekuler) pasti menjadi negara dan bangsa yang penuh korupsi, kacau, miskin, terbelakang, tidak sejahtera dan tidak bahagia?

Aku membaca karya Denny JA. Dalam bukunya “Spirituality of Happines", ia mendeklair: "Wahai manusia, riset sudah membuktikan lagi dan lagi. Apapun agamamu, etnikmu, kepercayaanmu. Semua kamu bisa hidup bermakna dan bahagia.”

Jadi kalau begitu bukan soal agama atau tidak beragama yang menjadikan negara atau bangsa walfare state. Lalu faktor apa saja kah yang membuat negara dan bangsa menjadi damai sejahtera?

Perlu diketahui, bahwa saat ini Negara Finlandia berada di urutan teratas dalam daftar tahunan yang didukung oleh data dari Gallup World Poll. Finlandia empat tahun berturut-turut menempati posisi atas negara paling bahagia tahun 2021.

 

Disarikan dari postingan KH. Husein Muhammad di laman Facebook pribadinya.


Editor: Daniel Simatupang