Catatan Sejarah Kelam tentang Perang Saudara dalam Islam

 
Catatan Sejarah Kelam tentang Perang Saudara dalam Islam
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID Jakarta - Suatu hari, putri Rasulullah SAW, Fatimah r.ha, mengadu kepada suaminya, Ali bin Abi Thalib r.a. Fatimah mengadu tangannya luka-luka akibat terlalu sering membikin adonan roti dari gandum.

Lalu Ali berkata, "Ayahmu telah datang dengan membawa beberapa tawanan, pergilah temui ayahmu dan mintalah seorang dari mereka untuk menjadi pembantumu."

Fatimah pun menemui ayahnya. Namun, ia tak berani menyampaikan maksudnya. Lalu, Ali datang menemui Rasulullah dan menyampaikan maksudnya. Tetapi, Rasulullah SAW tak mengabulkan permintaan orang yg paling dicintainya itu meski beliau tahu bahwa keluarga putrinya memang serba kekurangan.

Nabi SAW kemudian menemui putri dan suaminya. Beliu bersabda, "Maukah aku ajarkan kepada kamu berdua sesuatu yang baik dari apa yang kalian minta? Jika hendak tidur, bacalah Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar sebanyak 33 kali. Sesungguhnya hal itu lebih baik dari seorang pelayan."

Ali bin Abi Thalib r.a selalu melaksanakan nasihat Rasulullah SAW itu. Ia pernah mengatakan, "Demi Allah, aku tidak pernah meninggalkannya sejak beliau mengajarkannya kepadaku."

Salah seorang sahabat ada yang bertanya, "Hatta pada malam peristiwa Shiffin?"

Ali menjawab, "Ya, benar, hatta pada malam peristiwa Shiffin." (HR. Bukhari dan Muslim)

***

Kisah dalam Hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim itu menyebut nama peristiwa "

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN