04 Aug 2021 · 3.493 dibaca · Aswaja
Laduni.ID, Jakarta – Kini salah satu masalah yang menjadi isu hangat di kalangan masyarakat Indonesia adalah intoleransi. Negara kita sangat rentan terhadap kasus intoleransi yang bersumber dari perbedaan agama, suku dan budaya, karena faktanya masyarakat Indonesia memang sangat beragam.
Toleransi itu perlu ditanamkan pada anak sedini mungkin. Mengajarkan toleransi akan lebih baik bagi perkembangan jiwa anak-anak. Saat anak mulai bergaul dengan teman-temannya, sifat keakuan anak akan muncul. Jika tidak diajarkan bertoleransi, maka konflik dengan teman bermainnya karena perbedaan, akan sangat mungkin terjadi.
Menurut Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ad-Dakhil Cilaku Cianjur, Nurunnisa Fauziah, pada usia di bawah 4 tahun, anak cenderung memiliki sifat egosentris. Begitu pula usia 1 tahun, alam bawah sadar anak sudah bisa menyerap apa yang dilakukan orang tua maupun orang di sekitarnya. Di sinilah peran penting orang tua dalam menanamkan nilai toleransi kepada anaknya, terutama menstimulasi agar anak siap menerima keberadaan orang lain dan yan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+