Hadis dalam Shahih Al-Bukhari Memiliki Celah, Mungkinkah?

 
Hadis dalam Shahih Al-Bukhari Memiliki Celah, Mungkinkah?
Sumber Gambar: dok. pribadi/FB Fahrizal Fadhil

Laduni.ID, Jakarta – Orang-orang yang menyimpan kebencian pada Islam ketika melihat kitab Shahih Al-Bukhari yang menempati posisi yang luar biasa, yaitu kitab terautentik yang pernah ditulis oleh manusia, mungkin akan bertanya-tanya, apakah Imam Al-Bukhari tidak pernah berbuat kesalahan (ma'shum) sehingga kitab Shahihnya dianggap sebagai kitab terautentik yang pernah ditulis oleh manusia? Bukankah hal yang mungkin bahwa apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahihnya memiliki kemungkinan salah?

Syubhat ini akan muncul pada sebagian pikiran manusia yang berpikiran tidak baik, atau karena memang dia belum pernah belajar bagaimana caranya berpikir yang baik.

Pertama, perlu diketahui bahwa belum ada satupun orang yang mengatakan bahwa Imam Al-Bukhari atau siapapun yang meriwayatkan hadis tidak pernah salah (ma'shum), bahkan sahabat sekalipun, karena akidah Ahlussunnah meyakini bahwa yang ma'shum hanya para nabi. Karena itu, bisa saja Imam Al-Bukhari melakukan kesalahan, dan bisa saja beliau tergelincir melakukan maksiat, karena sekali lagi, beliau tidaklah ma'shum.

"Oh, kalau begitu, bisa jadi Imam Al-Bukhari salah dalam meletakkan hadis dalam Shahihnya, bisa jadi apa yang diletakkan bukanlah hadis?"

Jawabanya, tentu tidak. Kok bisa? Imam Al-Bukhari tidak meletakkan dalam kitab Shahihnya, melainkan hanya hadis-hadis yang Shahih. Ini bukan berarti beliau tidak pernah salah dan tergelincir. Shahih Al-Bukhari sendiri mendapatkan tempat yang mulia bukan karena Imam Al-Bukhari yang mengumpulkan hadis, tapi karena para ulama sepakat untuk menerima keberadaan Shahih Al-Bukhari sekaligus mengakui apa yang dikumpulkan oleh Imam Al-Bukhari adalah hadis yang Shahih. Dan tidaklah mungkin ulama sepakat dalam sebuah kesalahan dalam 12 abad lama.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN