Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Pertaruhan Mencintai Nusantara Seutuhnya

23 Nov 2021 · 3.199 dibaca · Kolom

Laduni.ID, Jakarta - Cukup sering mendengar seorang ukhti bilang ke saya "ya akhi", dan terdengar kata antum untuk khitob pada saya. Begitu khas dialek berbahasa Arab yang digunakan dalam dialog tersebut. Meski bukan dalam hiwar (dialog) dengan Bahasa Arab. Entahlah kenapa diksi ini kini jadi yang sudah terbiasa saat berbincang dengan "sahabat hijrah" atau "sahabat sunnah".

Arab dan budayanya seperti (menjadi) representasi keislaman yang kaffah (sempurna). Mengkritiknya dianggap sebagai anti-Islam, anti-syariat Islam. Tapi malamnya saya tertuduh kemenis, syingah dan liberal. Tiga hal itu jadi tuduhan lengkap ke saya, jikapun dibelah lalu yang mana kemenis, mana pula yang singah, dan liberal itu, justru saya tanggapi dengan gelengan kepala "weleh-weleh".

Terkadang ingat ucapan antum, ente, akhi dan ukhti, ikhwan dan akhwat itu saat belajar di madrasah. Jika demikian, maka berarti saya ini sudah "hijrah"

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →