30 Dec 2021 · 4.260 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Di antara kaidah yang disepakati seluruh ahli ilmu adalah bahwa yang maksum (terjaga dari kesalahan) adalah Nabi Muhammad saja, sedangkan ucapan orang lain dapat diterima dan dapat ditolak.
Ini adalah objektifitas yang wajib dipegang penuntut ilmu. Dalam rangka penerapan kaidah ini, kali ini saya akan mengambil contoh ucapan Imam Ibnu Abdil Barr yang jelas-jelas salah dan hanya para fanatik saja yang akan membenarkannya.
Ketika membahas tentang Allah, beliau berkata dalam at-Tamhid:
وقد قال المسلمون وكلُّ ذي عقلٍ: إنه لا يُعقَلُ كائنٌ لا في مكانٍ منا، وما ليس في مكانٍ، فهو عدمٌ
"Kaum muslimin dan setiap orang berakal berkata, ‘Sesungguhnya tidak dapat dinalar adanya sesuatu yang tak bertempat dari perspektif kita. Dan, apa yang tak bertempat maka ia tidak ada’".
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+