Pluralisme: Tafsir Baru Atas Pluralisme (Bagian 1)

 
Pluralisme: Tafsir Baru Atas Pluralisme (Bagian 1)
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID (ist)

Laduni.ID, Jakarta – Pluralisme agama pada dasarnya merupakan sebuah realitas dalam kehidupan dunia. Al-Qur’an mengakui secara tegas adanya pluralisme dalam berbagai aspek kehidupan, dengan berbagai argumentasi ayat al-Qur’an.

Pluralisme atau al-ta’addudiyyah, tidak dikenal secara popular dan tidak banyak dipakai dikalangan Islam, kecuali sejak kurang lebih dua dekade terakhir abad ke-20 yang lalu, yaitu ketika terjadi perkembangan penting dalam kebijakan internasional Barat yang baru memasuki sebuah fase perkembangan.

Dalam hal ini upaya Barat yang habis-habisan menjajakan ideologi modernnya yang dianggap universal, seperti demokrasi, pluralisme, dan pasar bebas serta mengekspornya untuk konsumsi guna berbagai kepentingan yang beragam.

Dalam hal pluralisme agama, Islam memberikan kebebasan untuk memilih dan meyakini serta beribadah menurut keyakinan masing-masing. Pemilihan sebuah keyakinan merupakan pilihan bebas yang bersifat personal. Meski demikian, manusia diminta untuk memilih dan menegakkan agama.

Tapi, pluralisme juga ingin melampui capaiannya, yaitu menjadi sebuah upaya memahami yang lain melalui sebuah pemahaman yang konstruktif. Artinya, karena perbedaan dan keragaman merupakan hal yang nyata, maka yang diperlukan adanya pemahaman yang baik dan lengkap tentang hal lain, sehingga tercapainya kehidupan yang damai.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN