14 Mar 2022 · 2.959 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Istilah tarekat selalu identik dengan tasawuf sebagai jalan wushul ke Allah, sang pencipta alam semesta. Ketersambungan (ittishal) itu hikmat laku lampah tarekat, dengan mujahadah dan riyadlah. Dzikrullah (ingat kepada Allah) pintu masuk dalam tarekat.
Apapun tarekatnya selaku bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Sirru al-Asrori wa mudhhiru al- Anwari telah membagi manusia menjadi dua tipe, yaitu manusia jismani dan manusia ruhani.
Pengikut tarekat selalu mengarah (menuju) pada Tuhan dengan cara menyucikan diri, atau perjalanan yang harus ditempuh, oleh seseorang untuk dapat mendekatkan diri, sedekat mungkin kepada Tuhan.
Dalam kitab Jami’ al-Ushul fi al-Awliya’ tarekat bermakna laku tertentu bagi orang-orang yang menempuh jalan kepada Allah, berupa memutus atau meninggalkan tempat-tempat hunian dan naik ke maqam atau tempat-tempat mulia. Menurut al-Jurjany dalam al-Ta’rifat, tarekat adalah metode khusus yang dipakai oleh
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+