DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Putra Ulama besar Asal Damaskus, Siria Al-Syahid Al-Syekh Romadhon Al-Buthi yaitu Dr. Taufiq Ramadhan Al-Buthi berkunjung ke Indonesia dalam rangka menghadiri Munas NU 2019
Syeikh Taufiq Al-Buthi mengatakan bahwa Indonesia diibaratkan sebagai surga. Bagaimana bisa?
Syeikh Dr. Taufiq Ramadhan al-Buthi tidak henti menyampaikan kekagumanannya kepada Indonesia.
Syeikh Taufiq Al-Buthi mengatakan bahwa mereka yang ke Suriah atas nama jihad tidak mengerti agama. Kenapa?
Pesantren At-Taufiqy yang berdiri lebih kurang tahun 1990 M adalah lembaga pendidikan Islam yang sejak awal berdirinya hingga sekarang tetap mempertahankan sistem tradisional. Pesantren yang didirikan oleh K.H.A. Taufiqurrahman
Makam Habib Ja'far Bin Syaikhon Asseggaf Pasuruan, Jawa Timur
"Kami berduka atas meninggalnya tokoh ulama kharismatik di negeri ini. Bahkan bangsa ini secara umum telah kehilangan salah satu ulama nasional yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan," Kata KH Imam Hasyim.
Dulu, sewaktu masih sempat ikut ngaji dengan Almarhum Syekh Al-Buthi di Masjid al-Iman Damaskus, beliau selalu mengajak ribuan jama'ah pengajian nya untuk selalu mendawamkan bacaan wirid Imam Nawawi setiap malam.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh ulama kharismatik Habib Taufiq Assegaf, segala hal yang berbentuk kemaksiatan dan berakibat dosa akan menuju ke dalam satu titik, yaitu titik kekufuran.
Kiai NU itu tidak mudah marah malah cenderung ramah, tidak suka membuat gaduh, malah teduh, jarang berteriak cenderung bijak, karena tahapan belajarnya runtut.
Keutamaan dan keunggulan yang signifikan dalam segi keilmuan dan budi pekerti sudah mulai terlihat dari usianya yang dikatakan masih belia
Pesantren At-Taufiq terletak di desa Sambong Kecamatan Jombang, kabupaten Jombang, Jawa Timur
KH. Taufiqurrahman Subkhi Ulama Nahdlatul Ulama Pekalongan Jawa Tengah
KH. Taufiqul Hakim atau yang lebih dikenal dengan Gus Taufiq lahir pada tanggal 14 Juni 1975 di Desa Sidorejo, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan Bapak Supar dan Hj. Aminah.
Kata Gus Baha dengan gaya khas Jawa-nya, ikhlas itu sebenarnya mudah—asal tahu ilmunya. Bahkan beliau mengatakan bahwa kalau seseorang tidak bisa ikhlas dalam beribadah, itu tanda bahwa orang tersebut masih belum memahami hakikat yang mendasar dalam beragama.
Dalam sebuah kesempatan kunjungan Habib Umar bin Hafidz di Indonesia, beliau pernah menyempatkan diri untuk berkunjung ke gedung PBNU. Dalam kunjungan tersebut, beliau berdoa untuk para ulama Indonesia, khususnya para Kiyai Nahdlatul Ulama.
Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag Ulama Nahdlatul Ulama Semarang Jawa Tengah
Sebagian ulama mengatakan bahwa dzikir ini memiliki rahasia yang mengagumkan. Ada juga yang mengatakan bahwa dzikir ini bagaikan vitamin dan nutrisi yang dapat memulihkan stamina setelah habis terkuras sebab aktivitas sehari-hari.