Thaharah (Bersuci)

 

Apakah Menyentuh Istri dapat Membatalkan Wudhu? Inilah Jawabannya

Di dalam kitab Risalatul Jami’ah, dibahas mengenai hal-hal yang membatalkan wudhu (نواقض الوضوء). Hal-hal yang membatalkan wudhu ada 4 perkara sebagai berikut.

Tata Cara Tayamum dan Doanya

Tayamum merupakan salah satu cara untuk menghilangkan hadast dan sebagai pengganti dari wudhu. Karena itu, sebagai seorang muslim, kita wajib tahu tata cara tayamum yang benar.

Tata Cara Berwudhu dan Doanya

Rukun wudhu merupakan hal yang harus dilakukan saat wudhu, jika tidak dilakukan maka menyebabkan hukum wudhu tersebut tidak sah. Berikut beberapa cara berwudhu dengan benar yang harus diterapkan tanpa ada kesalahan atau kekeliruan.

Pengertian Wudhu, Niat, Hukum dan Doanya

Wudhu merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang untuk mensucikan diri dari hadast dan Cara Membersihkan Najis kecil dengan menggunakan air yang dilakukan dalam agama islam sebelum melakukan sholat.

Tata Cara Mandi Wajib

Sebagian orang bahkan banyak di antara kita yang tidak tau atau lupa tata cara melakukan mandi wajib, berikut ini adalah langkah – langkah yang harus Anda perhatikan

Empat Hal Inilah yang Membatalkan Wudhu

Orang yang batal wudhunya tentunya ia tidak diperbolehkan melakukan shalat dan amalan ibadah lain yang menuntut kesucian dari hadats kecil bila akan melakukannya. 

Hukum Mandi Telanjang dalam Islam

"Aku mandi bersama Rosululloh shollallohu 'alaihoi wasallam dari satu bejana." (Shohih Bukhori, no.250 dan Shohih Muslim, no.321) 

Hukum Mendaur Ulang Air Mutanajjis

Air merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan umat manusia. Sedangkan pasokan sumber air bersih yang layak dikonsumsi seringkali kurang mencukupi kebutuhan, terutama pada musim kering.

Hasil Proses Pengolahan Air Bersih

Dinilai ma’ al-mutlaq apabila air bersih hasil proses pengolahan tetapi mempunyai kelainan baik rasa, bau ataupun warna ?.

Pendapat Tentang Cara Menghilangkan Najis dan Hadas

Muktamar memilih pendapat Imam Nawawi, sebagaimana putusan Muktamar pertama nomor 2, yaitu pendapat yang lebih menang dalam madzhab.