DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
ahun 2026 semoga tidak hanya menjadi angka lanjutan tanpa arah. Semoga ada arah baru, arah menuju Indonesia yang lebih beradab, lebih jujur, dan lebih dipenuhi kasih sayang serta kepedulian.
Pemikiran manajemen dakwah Gus Dur yang lahir dari perkumpulan antara tradisi keislaman Nusantara dengan pemikiran Indonesia modern, menghasilkan gagasan reformasi dalam hal pemikiran keagamaan dan kebudayaan.
KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, adalah sosok yang sulit dipisahkan dari berbagai diskursus penting di Indonesia. Dari politik, kebudayaan, hingga spiritualitas, Gus Dur selalu membawa cara pandang yang melampaui zaman.
Pada akhirnya saya menyadari, warisan terbesar Gus Dur adalah CINTA. Dimulai dari cintanya kepada setiap manusia Indonesia, yang menjadi daya dorong luar biasa untuk memperjuangkan yang terbaik bagi semua, terutama mereka yang terabaikan dan terlemahkan.
Feminisme memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan. Setara dengan laki-laki, artinya setara sebagai manusia. Ini yang paling fundamental. Di masa lalu, perempuan dianggap lebih rendah dari laki-laki. Itu anggapan yang dibuat oleh masyarakat, kemudian dianut juga oleh perempuan.
Haul ke-16 Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kali ini menjadi ruang perjumpaan lintas kalangan sekaligus momentum refleksi kebangsaan.
Banyak yang kemudian juga terkaget-kaget ketika Gus Dur dengan enteng memimpin Forum Demokrasi dan sering mengeluarkan pernyataan mengkritik Presiden Soeharto. Sulit kemudian untuk memasukkan jimat NU ini ke dalam satu kategori saja.
Belakangan saya mengingat satu cerita unik tentang cara Kyai Bisri Mustofa “mendamaikan” para pemimpin NU yang sedang berpolemik tempo hari di zaman beliau.
NU bukanlah organisasi politik praktis yang menjanjikan apa-apa kepada para pengurusnya melainkan perkumpulan perjuangan yang terkait oleh cita-cita bersama, bukan oleh kepentingan bersama.
Di balik kezuhudan Gus Dur tersebut, memang tidak terlepas dari warisan sifat (gen) yang berasal dari leluhurnya, atau dalam kajian psikologis, lebih dikenal dengan Teori Hereditas.