Menelusuri Jejak dan Bertawassul di Makam Sunan Muria, Kudus

Menelusuri Jejak dan Bertawassul di Makam Sunan Muria, Kudus

Makam Sunan Muria tidak seperti makam para wali lainnya, makam ini terletak di ketinggian 1600 mdpl tepatnya di lereng Muria yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Untuk menuju makam Sunan Muria cukup melakukan perjalanan ke Kudus. Sebelum masjid Menara Kudus terdapat petunjuk jalan menuju Makam Sunan Muria dan bisa mengikuti petunjuk arah tersebut menuju gunung Muria dimana komplek pemakaman Sunan Muria berada.

Setelah sampai di komplek makam, akan terlihat disekitar suasana pegunungan yang hijau dan ramainya para peziarah yang mengunjungi makam ini. Dari loket masuk ada beberapa anak tangga yang harus di lewati untuk menuju ke komplek makam.

Pada bangunan makam yang terdapat di sebelah barat masjid tersebut mencakup beberapa makam kerabat Sunan Muria termasuk Dewi Sujinah (istri sunan Muria dan Dewi Rukayah (putrid dari sunan Muria). Atap bangunan makam tersebut ditutup dengan sirap dan berupa tembok besar terbuat dari batu bata dan konstruksinya berupa Joglo dua susun.

 Sejarah Makam Sunan Muria di Kudus
Nama asli dari Sunan Muria adalah Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, Raden Said adalah putra dari Sunan Kalijaga hasil pernikahan beliau dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngandung. Raden Said dikenal sebagai Sunan Muria karena beliau dimakamkan di Gunung Muria, yaitu sebuah gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati. Sunan Muria merupakan salah satu penyebar agama Uslam di Pulau Jawa bersama sembilan Sunan lainnya yang lebih dikenal dengan sebutan Walisongo.

Lokasi Makam Sunan Muria di Kudus
Makam Sunan Muria terletak di lereng Gunung Muria di Kabupaten Kudus Jawa Tengah atau tepatnya beralamat di Desa Colo Kecamatan Dawe Kab. Kudus. Dari Terminal Kudus, dapat naik angkutan kota yang langsung menuju ke Muria, yaitu jurusan Colo. Sunan Muria merupakan salah satu penyebar agama islam di Pulau Jawa bersama sembilan wali.

Cara Menuju Makam Sunan Muria di Gunung Muria
Tidak sulit mencapai lokasi pemakaman yang berada di sekitar kawasan destinasi Wisata Colo itu. Dari kota Kudus lurus saja jalannya menyisir punggung Muria. Untuk yang akan naik kendaraan umum bisa naik dari Terminal Kudus. Jalannya lebar dan beraspal mulus. Sepertinya pemerintah daerah Jawa Tengah serius menggarap lokasi makam ini sebagai destinasi wisata  ziarah Jawa Tengah.  Sekalipun jalannya berkontur, barisan rumah penduduk, diselingi oleh kebun dan sawah yang hijau, membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Kadang juga terlihat aktivitas penduduk di sawah atau di kebun.

Jarak makam Sunan Muria di Gunung Muria ini dengan ke kota Kudus sekitar 19 KM dengan waktu tempuh 2 jam berkendaraan roda empat. Di ujung perjalanan kita akan bertemu dengan gerbang retribusi. Harga  tiket masuk Rp2.000 per orang dan kendaraan roda empat 10. 000. Sungguh sangat terjangkau. Tersedia lahan parkir cukup luas. Lokasi makam sesungguhnya masih berjarak sekitar 2 kilometer dari pintu masuk. Untuk mencapai tempat tujuan tersedia dua pilihan: Berjalan kaki dengan manjat tangga atau naik ojek dengan ongkos Rp. 10. 000 perorang.

Karena kendaraan roda empat tidak bisa sampai ke atas, perjalanan ke makam Sunan Muria harus disambung ojek. Bagusnya transportasi ojek sudah dikelola secara baik dan bahkan pengendaranya memakai seragam khusus  warna ungu. Tapi ingatlah bahwa naik ojek menuju Makam Kanjeng Sunan Muria perlu sedikit keberanian. Disamping motornya memang berjenis sport, jalan menuju puncak Sunan Muria cukup menantang. Mengecil, terjal, berkelok-kelok dengan jurang curam di sebelah kiri.

 Agrowisata Makam Sunan Muria di Kudus
Di sekitar Makam Sunan Muria, anda juga dapat menikmati berbagai produk asli dari warga sekitar, yaitu misalnya kopi, pisang byar, jeruk pamelo, rambutan, durian dll. Namun produk yang bisa dibilang unik adalah buah parijoto.

Parijoto merupakan buah asli Gunung Muria. Masyarakat setempat percaya bahwa seorang ibu yang sedang mengandung apabila memakan buah parijoto maka anak yang dilahirkan akan apabila perempuan maka akan menjadi cantik dan apabila laki-laki maka akan memiliki wajah yang tampan. Cantik dan tampan ini masih simpang siur apakah dalam arti fisik maupun perangainya. Ya, namanya juga mitos yang berkembang di masyarakat, khususnya di seputar Makam Sunan Muria.

Kuliner Khas dan Oleh-oleh di Kudus

Soto Kudus

Soto kudus adalah soto yang berasal dari Kudus. Soto kudus, soto kudus berisi suwiran ayam dan taoge. Terkadang soto kudus juga menggunakan daging kerbau. Kuahnya lebih bening. Soto kudus dalam penyajiannya memiliki tradisi dihidangkan dalam mangkuk kecil untuk satu porsi soto


Lentog

Lentog adalah makanan khas Kudus yang merupakan campuran lontong sayur lodeh. Selain itu sebagai pelengkap biasanya terdapat sate telur puyuh dengan rasa khas kudus.


Jenang Kudus
Jenang Kudus adalah jajanan khas yang terbuat dari tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula Jawa. Makanan satu ini sekilas hampir sama dengan Dodol Garut, namun memiliki ciri khas dan cita rasa yang berbeda. Jenang Kudus ini merupakan salah satu jajanan dan oleh – oleh khas dari Kudus, Jawa tengah.


Sirup Parijoto

Sirup yang terbuat dari buah parijoto dikenal memiliki banyak manfaat. Di antaranya untuk menyuburkan kandungan dan memperlancar proses kelahiran. Selain itu, karena mengandung zat antioksidan, buah parijoto dipercaya bisa menyembuhkan sejumlah penyakit dalam.

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 

yang Sudah Mengunjungi Menelusuri Jejak dan Bertawassul di Makam Sunan Muria, Kudus