DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Biasanya semarak menyambut Bulan Muharram semakin meriah dengan berbagai kegiatan seperti pawai obor, membuat bubur suro, puasa sunnah dan santunan yatim.
Islam adalah agama yang mengajarkan penghormatan kepada wanita. Seorang suami diperintahkan untuk menyayangi istrinya, memenuhi hak-haknya, menjaga kehormatannya, dan memperlakukannya dengan penuh kelembutan. Namun, pada saat yang sama, Islam juga mengajarkan adanya tanggung jawab kepemimpinan dalam rumah tangga.
Dr. KH. M. Hamdan Rasyid MA beliau lahir di kota ukir Jawa Tengah tepatnya di kota Jepara pada 12 Juni 1962, Beliau adalah pendiri dan pengasuh pesantren Baitul Hikmah Depok.
KH. Abdul Halim Leuwimunding beliau merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Organisasi besar ini beliau menjabat sebagai Katib Tsani atau Sekretaris kedua di struktur NU untuk mendampingi Kiai Wahab Chasbullah.
KH. Abdul Halim merupakan salah seorang muassis Nahdlatul Ulama (NU), lahir pada 3 Syawal 1304 H/ 26 Juni 1887 M di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
Pesantren Darullughah Wadda’wah Pasuruan atau yang biasa disebut Pesantren Dalwa Pasuruan didirikan oleh Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pada tahun 1981. Beliau merupakan seorang Da’i yang berasal dari Sumenep, Madura. Pondok Pesantren Dalwa Bangil Pasuruan merupakan salah satu pondok pesantren ternama di Jawa Timur.
Habib Hasan Bin Ahmad Baharun beliau adalah ulama kharismatik dari Sumenep, Madura, selain beliau berdakwah, beliau adalah pengasuh pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Pasuruan.
Habib Hasan Bin Ahmad Baharun adalah ulama besar dari Pasuruan. Lahir di Sumenep pada tanggal 11 Juni 1934, merupakan putra pertama dari empat bersaudara dari Al Habib Ahmad bin Husein dengan Fathmah binti Ahmad Bachabazy.
Di antara hadis Rasulullah SAW yang sering disalahpahami adalah hadis yang menyebutkan bahwa wanita memiliki kekurangan dalam akal dan agama. Sebagian orang yang mendengarnya secara sepintas merasa keberatan, bahkan menganggap hadis tersebut merendahkan kaum wanita.