DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Syaikh Ibrahim Musa Parabek lahir di Desa Parabek, Banuhampu, Bukittinggi, pada 12 Syawal 1301 H (15 Agustus 1884 M), dari ayahanda seorang ulama kaya, Syaikh Muhammad Musa bin Abdul Malik Al Qarhawy dan Ibunda bernama Ureh.
KH. Djauhari Zawawi adalah pendiri Pesantren As-Sunniyah Kencong, Jember dan merupakan salah satu ulama yang ikut mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) cabang Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
KH.Jauhari Zawawi Ulama Nahdaltul Ulama Pesantren Assunniyyah Jember Jawa Timur
Pada tahun 1942 saat berakhirnya penjajah Belanda dan awalnya pemerintahan Jepang sebagai penjajah baru di Indonesia
Surat kabar Asia Raya merupakan media berbahasa Indonesia yang diterbitkan di Batavia pada masa pendudukan Jepang sejak tahun 1942. Surat kabar ini berada di bawah pengawasan Sendenbu, yaitu Departemen Propaganda Pemerintah Militer Jepang.
Dalam sejarah perpolitikan elite NU, mulai Orde Lama, Orde Baru hingga Masa Reformasi pasca Orde Baru, banyak sekali ditemui sikap politik yang dilakukan oleh para elite NU yang dianggap ambigu dan ambivalen oleh sebagian masyarakat yang tidak memahami NU.
Dari proses lahir dan batin yang cukup panjang, kemudian menjadi jelas tergambarkan bahwa lika-liku lahirnya NU tidak banyak bertumpu hanya pada perangkat formal sebagaimana lazimnya pembentukan organisasi. NU lahir berdasarkan petunjuk Allah SWT.
Pada sekira tahun 1952-an, terdapat rentetan kejadian bersejarah yang tidak bisa dilupakan. Pada sekira tahun itu terjadi peristiwa keluarnya NU dari Masyumi.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi Rasulullah SAW dalam berdakwah bukan hanya penolakan dari kaum musyrik, tetapi juga munculnya orang-orang yang memahami agama secara berlebihan, tergesa-gesa, dan kehilangan keseimbangan. Cara berpikir seperti ini dalam literatur Islam dikenal sebagai sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama.
KH. Nawawi Abdul Aziz beliau adalah ulama besar dari Yogyakarta, merintis dan pengasuh pesantren An-Nur di Ngrukem Bantul, Yogyakarta.