DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Menurut Imam Al-Ghazali, ujian paling nyata bagi seorang penguasa hakikatnya bukanlah stabilitas politik atau kemegahan simbol kekuasaan. Lebih dari itu, yang paling vital adalah bagaimana ia bersikap ketika rakyatnya jatuh dalam kesempitan.
Profesor Robert Hafner, seorang antropolog dan sosiolog agama asal Amerika Serikat (AS) yang ceritanya tentang Indonesia mungkin lebih luas dari kebanyakan orang Indonesia sendiri.
Jadilah anak perempuan yang membawa surga bagi orang tua, istri yang menjadi sebaik-baik perhiasan dunia bagi suami, dan ibu yang menebar keberkahan bagi anak-anaknya. Setiap fase kehidupan perempuan adalah ladang amal dan kesempatan untuk meraih kemuliaan.
Cinta dunia tidak terkait langsung dengan mencari, memiliki, dan menggunakannya, tapi terkait dengan cara menyimpannya. Mencari, memiliki, dan menggunakan dunia tidak dilarang, bahkan dianjurkan. Asalkan dunia yang dicari dan dimiliki tidak dipakai untuk merusak, tapi memperbaiki yakni untuk kemaslahatan.
"Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." (QS. Saba': 13)
Mengenali dunia dengan baik adalah sumber sekaligus cara menemukan kebahagiaan yang sejati. Dunia itu sarana dan bukan tujuan.
Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah besar yang tidak hanya berkonsekuensi di dunia, tetapi juga di akhirat. Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk mengayomi rakyatnya dengan adil, jujur, dan penuh kasih sayang.
Salah satu pandangan menarik di dalam kitab Ihya' Ulumuddin adalah pernyataan Imam Al-Ghazali yang menukil dari Syaikh Kholil bin Ahmad tentang empat golongan manusia.
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad)
Kebaikan atau keburukan yang kita lakukan pada seseorang sudah pasti dirasakan pengaruh dan dampaknya oleh orang lain itu. Akan tetapi, keburukan atau kebaikan yang kita lakukan pada orang lain, itu sesungguhnya adalah kebaikan atau keburukan yang kita lakukan untuk diri sendiri juga.