DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Meskipun telah memasuki pertengahan Ramadhan, Ustadzah Halimah tetap mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua dan kerabat. Beliau membagikan kisah seorang jamaah yang bersyukur karena tidak menunda meminta maaf kepada ayahnya sebelum Ramadhan.
I’tikaf bukanlah ibadah yang hanya berdimensi hablun minallah saja. Betapapun orang yang beri’tikaf diperintahkan agar khusyuk hanya berdzikir kepada Allah SWT saja, tetapi bukan berarti dalam i’tikaf ini mengajarkan manusia untuk jauh dari kehidupan dunianya.
Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri, di mana Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya dengan kesungguhan yang lebih dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Salah satu keterangan mengenai pendapat bahwa Al-Qur'an diturunkan pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan kepada Rasulullah SAW terdapat di dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir.
Ramadan mubârak, bulan yang diberkahi. Di bulan inilah kita diwajibkan berpuasa Ramadan (QS. al-Baqarah [2]: 183), yang difardukan pertama kali pada bulan kedua hijriah
Hidup ini didasarkan pada keyakinan dan bermodalkan pada kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tepat. Keyakinan bagi umat Islam puncaknya pada dua kalimat syahadat. Kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tepat didasarkan pada syariat sebagai aturan pokok. Dalam konteks moment Ramadhan,
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena percaya kepada Allah dan hanya mengharapkan (ridho) Allah SWT, maka akan diampuni semua dosa yang telah dilakukannya.”(HR. Bukhari)
Menahan diri dari makan, minum dan bersenggama, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib), karena mengharap keridhaan Allah dan menyiapkan diri untuk bertaqwa kepada Allah dengan jalan muraqabah (merasaselalu diperhatikan Allah) disertai mendidik kehendak dan keinginan”. (Rasyid Ridha, al-Manar, 1373 hal. 143).
Umat Nabi Muhammad SAW, meskipun hanya diwajibkan shalat lima waktu, tetap banyak yang bersemangat dalam beribadah, bahkan ada yang melebihi jumlah 50 kali dalam sehari. Bahkan Gus Baha menyebutkan bahwa orang Muslim biasa pun juga banyak yang bisa melaksanakan shalat sebanyak itu.