DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Dalam tradisi Islam, bertawassul kepada Nabi SAW dipandang sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada beliau, serta pengakuan atas kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya sebagai rasul terakhir.
"Kalau Ibnu Umar membakar dupa, maka beliau memakai kayu gaharu, tanpa dicampur wewangian dan kapur. Menurut Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW melakukan hal tersebut." (HR. Muslim)
Drs. KH. Muhammad Ali Shodiqin Ulama Nahdlatul Ulama Semarang Jawa Tengah
Sejak kecil, KH. Marzuqi Mustamar dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua dengan disiplin ilmu yang tinggi. Beliau dididik dengan belajar Al-Qur’an dan dasar ilmu agama.
Perjanjian Najran berisi tentang komitmen dalam menjaga persaudaraan yang telah disepakati antara Nabi Muhammad SAW dan pendeta Nasrani. Hadis yang memuat keterangan ini diyakni terbuti autentik dan telah teruji kebenarannya.
Pesantren Al-Munawwir Komplek Q Kabupaten Bantul merupakan pondok pesantren khusus putri bagi pelajar dan mahasiswi yang bertempat di Kota Pendidikan Yogyakarta
Setiap rumah tangga akan diuji, namun kedewasaan dalam menghadapi ujian itulah yang menentukan kuat tidaknya sebuah keluarga. Bila Rasulullah saja mengalami gelombang kecil dalam bahtera rumah tangganya, maka kita pun jangan terlalu cepat berputus asa saat menghadapi hal serupa.
Pondok Pesantren Al-Muslimun Didirikan oleh Al-Marhum Al-Maghfurlah H. Muhammad Ali dan menantunya KH. Muchsin Noor beserta istrinya Hj. Dedeh Nida’ul Hasanah pada tanggal 17 September 1991.
Selama NU dipimpin oleh orang-orang yang mukhlis dan tetap konsisten dengan tujuan didirikannya, insyaa Allah NU akan selamanya menjadi ormas terbesar di Indonesia dan akan tetap berjaya ila yaum-il qiyamah.
Memang terjadi banyak perbedaan pendapat mengenai nasab Rasulullah dari Adnan ke atas. Beberapa ahli bahkan mengatakan tidak ditemukan seorang pun yang mengetahui hal ini, salah satu yang berpendapat demikian adalah Sayyidina Urwah bin Zubair bin Awam (644-713 M).