DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Nabi kita benar-benar memberi contoh, bahwa mencintai negeri bagian dari risalah kemanusiaan. Oleh sebab itu, ulama-ulama kita mengatakan “hubbul wathan minal iman,” cinta negeri adalah bagian dari iman.
Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Shalawat Nariyah merupakan salah satu bacaan yang sangat populer di kalangan umat Islam, khususnya warga Nahdliyin. Shalawat ini biasanya diamalkan melalui sanad ijazah yang bersambung hingga kepada penyusunnya, Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Ali At-Tazi.
Dari sekian karya itu, menarik menyimak bait-bait nadhom yang ditulis oleh KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, pengasuh pondok pesantren Islam internasional terpadu, Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah.
Dalam konteks ini, maka sebagai seorang Muslim yang baik adalah dengan meneladani akhlaknya yang mulia itu. Melaksanakan anjurannya dan menjauhi segala hal yang dilarang.
Dalam kitab Al-Wasa'il fi Syarhi As-Syama'il dijelaskan bahwa jika dalam rumah, masjid, atau suatu kampung dibacakan kitab Maulid Nabi SAW, maka malaikat akan mengelilingi rumah, masjid, dan kampung tersebut dan memohonkan ampun atas dosa semua penghuninya.
Shalawat Burdah secara luar biasa mampu menjadi penghubung tanpa batas antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dan kisah yang dialami oleh Pangeran Diponegoro bersama pasukannya di atas adalah salah satu buktinya.
Kesehariannya tak jauh dari alat ukur dan semen, sementara di waktu senggang suka menyepi mengobrol dengan riak air sungai saat memancing. Bagi tetangga dan warga sekitar, nama Mbah Riyan sudah cukup mewakili
Di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika, umat Islam memperingati Maulid Nabi dengan beragam cara, seperti pembacaan syair-syair pujian kepada Nabi, shalawat Nabi, ceramah keagamaan, serta dzikir dan doa bersama.
Raja Al-Mudhaffar merupakan seorang raja alim dan adil yang berkuasa di Irbil (sekarang Baghdad) Irak. Beliau disebut-sebut sebagai pemilik ide perayaan Maulid Nabi pertama pada 12 Rabiul Awal, sebagaimana dikabarkan oleh Ibn Khallikan dalam kitab Wafayatul A'yan wa Anbau Abnaiz Zaman .