DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.

50rb
100rb
Rp

Artikel

 

Siksa Kubur bagi Seorang Rentenir Itu Nyata, Berikut Penjelasan dan Kisah Mengerikan yang Membuktikannya

Dalam ajaran Islam, siksa kubur bukanlah sekadar mitos atau cerita pengantar tidur. Hal ini merupakan bagian dari keimanan kepada hal-hal gaib yang wajib dipercayai oleh setiap Muslim.

Orang Islam Tidak Boleh Putus Asa, Tetaplah Membaca Al-Qur’an di Zaman Akhir Ini

“Kalau kamu orang baik, pasti tetap jadi labanan khalishan (susu murni), meski hidup di antara farts (kotoran) dan dam (darah). Itu bukti bahwa kita tidak boleh putus asa,” tegas Gus Baha.

Syair Syekh Hamzah Fansuri Diakui UNESCO

Warisan intelektual Hamzah yang diakui UNESCO sebagai bagian dari Memory of the World bukan hanya penting karena isi ajarannya, tetapi juga karena bentuk dan bahasanya.

Membangun Harapan untuk Hidup yang Lebih Baik

Orang yang penuh harapan biasanya mampu mengatasi persoalan-persoalannya di waktu yang sangat sulit dengan sikap positif. Jika kita dalam konidisi kesulitan dan tidak ada harapan, maka hidup kita bisa kosong.

Mengapa Para Kyai Menghindari Bab Jihad? Ini Penjelasan Gus Baha

Para kyai, seperti Gus Baha, menunjukkan bahwa ilmu bukan hanya soal tahu, tapi soal tanggung jawab. Bab jihad, jika tidak dipahami secara utuh, sangat rawan disalahgunakan dan bisa membawa petaka.

Logika Bertuhan yang Membuat Orang Ateis Insaf

Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha membuka dengan sebuah premis dasar filsafat: “Alam ini sudah akibat dari musabab. Kalau akibat berarti butuh sebab.” Dengan ungkapan sederhana ini, Gus Baha mengajak kita untuk menelusuri akar dari segala sesuatu yang ada.

Biografi KH. Muhyiddin Abdusshomad, Muasis Pesantren Nurul Islam Jember

KH. Muhyiddin Abdusshomad, lahir di Jember Jawa Timur 5 Mei 1955 dari pasangan KH. Abdusshomad dengan Ny. Hj. Maimunah.

Biografi KH. Jusuf Djunaedi, Pendiri Pesantren Ilmu Al-Qur'an Ciomas, Bogor

Perjalanan hidup KH. M. Jusuf Djunaedi bermula dari tanah kelahirannya di Kaliwungu, Kendal, kemudian pergi mondok ke Ngebel, Secang, Magelang, kemudian berguru ke Karangjongkeng, Brebes. Kemudian terakhir menetap di Desa Laladon, Ciomas, Bogor (1951) dan mendirikan pesantren bernama Pondok Pesantren Aula Al-Qur'an (PPAQ) yang kini bernama Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PPIQ).

Model Dakwah Kebudayaan Sunan Kalijaga Mensyiarkan Islam

Konteks Indonesia, salah satu penyebar Islam yang penting adalah para ulama dan wali, khususnya Walisongo di Tanah Jawa. Mereka (Walisongo) merupakan sembilan ulama yang menyebarkan Islam dengan penuh kearifan, moderat, penuh nilai toleransi dan kedamaian.

Ikhtiar Menenangkan Hati Orang yang Ditinggal Mati Keluarganya

“Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada sauda­ranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemuliaan kepadanya di Hari Kiamat.” (HR. Ibnu Majah)