DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Kata Gus Baha dengan gaya khas Jawa-nya, ikhlas itu sebenarnya mudah—asal tahu ilmunya. Bahkan beliau mengatakan bahwa kalau seseorang tidak bisa ikhlas dalam beribadah, itu tanda bahwa orang tersebut masih belum memahami hakikat yang mendasar dalam beragama.
Pada dasarnya Islam menegaskan bahwa mendoakan ampunan atau rahmat untuk orang kafir yang telah meninggal adalah haram, sekalipun ia adalah kerabat dekat.
Ada tiga prinsip kehidupan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya dalam menghadapai lika-liku kehidupan.
Gus Baha menekankan bahwa perbuatan mubah tidak selalu netral. Menurutnya, melakukan hal-hal mubah bisa menjadi sarana untuk meninggalkan maksiat, yang pada gilirannya mendatangkan pahala.
Gus Baha, melalui keteladanan hidup yang sederhana, keluasan ilmu, dan kelembutan dakwahnya, terus menjadi inspirasi bagi jutaan umat, khususnya generasi muda yang sedang mencari arah hidup dalam arus zaman yang cepat berubah.
Menurut Gus Baha, Allah SWT tidak menyukai sikap berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam aktivitas dakwah. Beliau menekankan bahwa seorang pendakwah sejatinya hanyalah perantara bagi seseorang untuk mendapatkan hidayah, bukan pemberi hidayah itu sendiri.
Bagi Gus Baha, hidup bukan soal mencapai puncak dunia, tapi tentang menjaga orientasi batin agar tetap tertuju kepada Allah. Dunia boleh dicari, tapi jangan sampai menggantikan posisi Allah di hati.
Jangan coba-coba bandingkan diri kita dengan Sayyidah Aisyah yang menikah di usia 9 tahun. Harus disadari, hal ini karena kita adalah perempuan biasa yang tak memiliki keistimewaan apa-apa. Sehingga untuk menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nantinya, kita perlu belajar dan berpengetahuan.
Di antara amalan berbuat baik kepada kedua orang tua, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat, ialah selalu mendoakan mereka setiap usai shalat dan waktu-waktu lainnya.
Tindakan Gus Dur ini sejalan dengan prinsip utama dalam Islam, yaitu sebisa mungkin menghindari pertumpahan darah, apalagi hanya demi mempertahankan kekuasaan duniawi. Gus Baha mengutip bagaimana Rasulullah SAW bahkan rela menerima perjanjian Sulhul Hudaibiyah yang secara lahir merugikan umat Islam demi mencegah konflik berdarah.