DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Idris adalah nabi ketiga setelah Adam dan Syits; rasul kedua setelah Adam. Nama Idris disebut di dalam Al-Qur'an sebanyak dua kali, yaitu pada Surat Maryam ayat 56 dan Al-Anbiya ayat 85.
Visi Pesantren Beriman, Bertaqwa, Berahlakul karimah, Cerdas, Inovatif, Berilmu amaliyah dan Beramal Ilmiah
Di antara serangkaian tindakan kontroversialnya, salah satu yang paling mencolok adalah upayanya untuk menyerang Madinah, kota suci bagi umat Islam, serta Ka'bah, tempat paling suci dalam agama Islam, yang menandai puncak dari ketegangan antara otoritas politik dan otoritas agama.
KH. Badruzzaman lahir di Biru pada tahun 1900. Beliau adalah putra kelima dari sembilan bersaudara. Bapaknya bernama KH. Raden Muhammad Faqih bin Kyai Raden Bagus Muhammad Ro’i yang lebih populer dengan panggilan "Ama Biru (Sesepuh Biru)"
Kisah sahabat yang dipuji oleh Allah SWT di atas menyiratkan makna penting tentang menghormati dan memuliakan tamu. Selain itu, juga mengandung keutamaan dalam memberi makan berbuka bagi orang lain.
Salah satu tarekat muktabarah yang berkembang di dunia Islam bernama Syattariah. Tarekat ini merupakan aliran tarekat yang pertama kali muncul di India pada abad ke 15.
Banyak kisah dan peristiwa mistis yang dialami oleh Syekh Abdul Qodir Jailani menunjukkan kekayaan spiritual dan kekaromahan beliau, bahkan keajaiban tersebut sudah terlihat sejak beliau masih kecil. Berbagai cerita dan peristiwa mistis ini telah terdokumentasi dalam buku Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani
Syekh Arsyad Thawil lahir di Desa Lempayung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang Banten pada Zulkaedah 1255 H/Januari 1840 M. Riwayat lain menyebut beliau lahir tahun 1263 H/1847 M. Tidak ada yang tahu persis, namun dibatu nisan tempat wafatnya di Manado tertulis beliau lahir tahun 1851 M.
KH. Anas Abdul Jamil beliau adalah ulama besar dari Buntet Cirebon, Pengasuh pesantren Buntet, dan Muqoddam Tarekat Tijaniyah di Cirebon.
Muawiyah bin Abu Sufyan adalah sosok yang brilian dalam bidang politik, mampu meniti karier dari posisi gubernur hingga mencapai takhta khalifah. Keberhasilannya tergambar jelas dari perjalanan panjangnya, mulai dari kepemimpinan sebagai gubernur Suriah selama kurang lebih 20 tahun, yang kemudian semakin diperluas wilayahnya melalui kebijakan otonom yang diberikan oleh Khalifah Utsman bin Affan.