DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Setiap Ramadhan tiba, ruang-ruang diskusi keagamaan kembali diramaikan oleh perdebatan yang sesungguhnya bukan hal baru. Pertanyaan yang sama kembali mengemuka, benarkah doa berbuka puasa
KH. Ghozalie Masroeri ulama Nahdlatul Ulama Grobogan Jawa tengah
Pondok Pesantren Al-Khoirot didirikan oleh KH. Syuhud Zayyadi pada 1963. Beliau merupakan bagian dari keluarga besar Bany Itsbat (Bani Isbat) dengan silsilah nasab sampai ke salah satu Walisongo (Sunan Drajad / Sunan Ampel / Sunan Giri).
Dalam khazanah fiqih, niat bukan hanya formalitas lisan, melainkan fondasi sah atau tidaknya sebuah ibadah. Puasa tanpa niat ibarat bangunan tanpa fondasi. Dengan kata lain, sah tidaknya suatu ibadah tidak bisa terlepas dari niat itu sendiri.
Tetapi semangat dalam berbagi itu, jangan sampai dirusak nilainya dengan niat hanya sekadar untuk pamer atau karena ingin tenar dan suka menyebut jasa kebaikannya. Apalagi juga disertai dengan menyakiti perasaan orang yang menerima.
“Setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan bagi setiap orang itu adalah bagian dari apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari)
Pondok Pesantren Ma’had Mamba’ul Qur’an yang berdomisili di Dusun Munggang bawah RT 06 RW 11 Kelurahan kalibeber Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo
K.H. Hasbiyallah, ulama yang dikenal luas akan kedalaman ilmunya, yang juga pendiri Lembaga Pendidikan Islam Al-Wathoniyah, Klender, wafat pada tahun 1982.
Perbedaan penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri kerap menjadi perhatian publik di Indonesia. Dalam sejumlah kesempatan, sebagian umat Islam memulai puasa atau merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda. Situasi ini bukan hanya persoalan teknis penanggalan, tetapi juga menyentuh aspek persatuan dan ketertiban sosial keagamaan.