DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Gus Faiz memulai dengan menjelaskan QS. Ar-Ra'd ayat 11. Menurutnya, ayat ini sering dimaknai secara sempit sebatas dorongan untuk bekerja keras. Padahal, konteks turunnya ayat ini justru berbicara tentang tanggung jawab atas perilaku.
Jika istighfar hanya dipakai untuk mengenang dosa, lama-lama orang akan merasa putus asa dan hidup tidak nyaman dengan Allah. Padahal, istighfar mestinya mempererat hubungan dengan-Nya, bukan malah membuat hati menjauh.
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akhlak dan adab dalam pergaulan sosial. Salah satu ajaran mulia dalam Islam adalah meminta maaf, baik dalam konteks pergaulan sehari-hari maupun ketika seseorang telah melakukan kesalahan terhadap orang lain.
Menurut sejarah, saat KH. Muhsonudin menemui gurunya di Pesantren Tegalrejo, Magelang kepada KH. Chudlori meminta izin atas kesungguhannya mengaji suatu kitab nahwu yang bernama Al-Fiyyah, sebelum Beliau sampai rumah kediamannya untuk menghafal 1003 nadzom waktu sepulang perjalanan kaki, telah terhafalkan dalam hitungan jam.
Akhirnya pada tahun 1947 Kyai Syahmari membuka pengajian Al-Qur,an, Fiqih,Tauhid dan Nahwu Shorof untuk anak-anak dan pengajian wetonan untuk orang tua, pelaksanaanya pada hari ahad di dukuh Tegalharja, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kab Pemalang.
Pondok Pesantren Mislakhul Muta’allimin Karangtengah, Warungpring, Pemalang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang ikut berperan serta dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Dapat dikatakan bahwa pondok pesantren telah melaksanakan fungsinya dengan membangun pribadi warga Negara dan bangsa.
Ziarah kubur merupakan sebuah amaliyah yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun temurun. Kita tahu, bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk berziarah, meski pada awalnya beliau pernah melarangnya.
Kezaliman (kesalahan) kitalah yang menjadi urusan kita dengan Allah sehingga itulah yang seharusnya menjadi materi taubat kita. Adapun kezaliman orang lain terhadap kita, itu adalah urusan yang bersangkutan dengan Allah. Jadi, taubat itu adalah tentang kesalahan diri sendiri kita, bukan orang lain.
Sejak kecil, Mahmudah belajar kepada orang tuanya di Pondok Pesantren yang kelak dikenal sebagai Pesantren Al-Masjhudiyah. Kemudian beliau belajar selama 6 tahun di Madrasah Ibtidaiyyah Sunniyah Solo, hingga tamat pada tahun 1923.
Setelah wafat ayahnya, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur melanjutkan kepengasuhan pondok pesantren ayahnya. Saat ini, Pondok Pesantren Sunan Drajat telah memiliki memiliki kurang lebih 12.000 santri, dan memiliki berbagai pendidikan baik formal maupun nonformal.