DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pondok Pesantren Al-Muslimun Didirikan oleh Al-Marhum Al-Maghfurlah H. Muhammad Ali dan menantunya KH. Muchsin Noor beserta istrinya Hj. Dedeh Nida’ul Hasanah pada tanggal 17 September 1991.
Selama NU dipimpin oleh orang-orang yang mukhlis dan tetap konsisten dengan tujuan didirikannya, insyaa Allah NU akan selamanya menjadi ormas terbesar di Indonesia dan akan tetap berjaya ila yaum-il qiyamah.
Memang terjadi banyak perbedaan pendapat mengenai nasab Rasulullah dari Adnan ke atas. Beberapa ahli bahkan mengatakan tidak ditemukan seorang pun yang mengetahui hal ini, salah satu yang berpendapat demikian adalah Sayyidina Urwah bin Zubair bin Awam (644-713 M).
Pesantren Darul Falah Sidoarjo didirikan sekitar tahun 1984, Bertempat di Dusun Bendomungal, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pendiri sekaligus Pengasuhnya bernama KH. Iskandar ‘Umar ‘Abdul Lathif.
Umat Islam biasanya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi dengan beragam tradisi dan budaya. Setidaknya di setiap acara peringatan tersebut, dibacalah kitab Maulid Nabi, seperti Al-Barzanji, Ad-Diba'i, Simtud Durar, Syaraful Anam, Ad-Dhiyaul Lami', dll.
Shalawat Nahdliyah merupakan salah satu bentuk ekspresi spiritual yang kerap dilantunkan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam berbagai acara keagamaan maupun kegiatan yang berkaitan dengan organisasi.
Karena keikhlasan dan ketulusan cinta pengarang Maulid Simtudduror, banyak yang merasa seakan orang yang membacanya mendapatkan satu ketenangan dan rasa rindu atau syauq yang mendalam pada Nabi Muhammad SAW.
Mendengar nama itu dari Abah Kyai Sahal, saya kemudian teringat kitab Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yaitu kitab Al-Lujainuddani yang pernah diijazahkan Abah Kyai Sahal pada suatu kesempatan.
Pesantren Putra Putri Raudlatul Ulum didirikan pada tahun 1951 Masehi, oleh K. Sholhah, KH. Ahmadi, KH. Abdul Hadi dan KH. Zamrodji, yang mana empat perintis dan pendiri tersebut adalah putra dari KH. Syairozi.
“(Sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imaran: 34)