Anekdot ala Madura: Ambil saja Tanah Negara di Bawah Sana
Oleh: Fariz Alniezar
Kawan saya di daerah Jakarta Utara bercerita bahwa ia sekeluarga datang ke Jakarta akhir tahun 80an. Sebagaimana nasib para perantau lazimnya, mulanya keluarga mereka juga hidup bergelimang kesusahan.
“Susahmu tidak ada apa-apanya. Apalagi perantau-perantau zaman sekarang. Bedanya generasi bapakku dengan generasi kita dan anak-anak sekarang itu cuma satu,” kawan itu berbusa-busa.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp1.204.000
Rp304.000
Rp45.000
Rp77.000
Memuat Komentar ...